"Kalau terjadi kondisi darurat, memang langkah seperti itu yang harus diambil untuk meminimalisir risiko bencana," ucapnya.
Warga Kecamatan Lembang, Eko Setiono (42), mengaku khawatir saat mengetahui bahwa Gunung Tangkuban Parahu memiliki kesamaan letusan freatik dengan Gunung Semeru.
Baca Juga:
Data Tidak Masuk, Alat Pantau Gunung Semeru di Stasiun Kopirejo Digondol Maling
Gunung Semeru mengalami erupsi, Sabtu (4/12/2021), sekitar pukul 15.20 WIB.
Erupsi Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu.
Selain menimbulkan korban jiwa, erupsi juga mengakibatkan puluhan korban luka hingga sejumlah rumah warga rusak sedang hingga berat.
Baca Juga:
20 Makam di Lumajang Hilang Disapu Lahar Semeru, Jenazah Berhamburan dari Kubur
"Ya, pasti khawatir apalagi Lembang itu diintai juga dengan bencana gempa Sesar Lembang. Jadi, langkah-langkah mitigasi dari pemerintah daerah sangat penting," kata Eko.
Namun, Eko mengaku sedikit merasa tenang karena Gunung Tangkuban Parahu masih aman dan masih berstatus normal.
"Intinya kalau terjadi kondisi darurat, kita sebagai masyarakat harus menuruti rekomendasi dari instansi terkait. Kalau seperti itu pasti kita aman," ujarnya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.