"Ini bukan hanya saya yang mengalami. Hampir 63 warga yang sudah menghuni juga merasakan hal serupa," ujarnya pada Selasa (26/2).
Menurut Fredy, solusi yang ditawarkan perusahaan sejauh ini hanya bersifat tambal sulam, bukan menyelesaikan akar masalah, RM (Residential Manager mengidentifikasi masalah tidak langsung ke inti, akar permasalahannya.
Baca Juga:
Pertumbuhan Properti Terus Naik, MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Aglomerasi Jabodetabekjur Semakin Lengkap Sebagai Kota Global
"Kami sudah komplain, tapi solusi yang ditawarkannya hanya tambal sulam plus garansi ekstra 1 tahun Setelah ada kerusakan, mereka menyatakan tidak bertanggung jawab. Kami semua ingin rumah dibangun ulang sesuai spesifikasi." tegasnya.
Selain itu, Kristiana, warga lain yang telah setahun tinggal di perumahan tersebut, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia merasa ditipu karena rumah yang ditunjukkan saat pembelian berbeda dengan yang diterima.
"Pas serah terima, baru sebulan ditempati, sudah banyak masalah. Plafon bocor, dinding retak dimana-mana, dari ruang tamu hingga kamar tidur.
Baca Juga:
Jangan Terkecoh Tampilan, Ini Ciri Sertifikat Tanah Palsu Menurut ATR/BPN
Kristiana mengaku sudah berkali-kali menambal dinding yang retak menggunakan dana pribadi karena respons developer dinilai lambat. "Solusi tambal sulam bukanlah solusi/jawaban yg tepat. Mau sampai kapan kami harus terus seperti ini?" tanyanya.
Dari pantauan langsung Wahana News di perumahan, terlihat seluruh unit rumah tipe 30 & 36, pada bagian dinding memiliki titik retak pada bangunan, baik yang sudah di huni, maupun belum di huni.
Namun, dijelaskan oleh Freddy, salah seorang Warga menyatakan bahwa ia telah berkonsultasi dengan ahli konstruksi, dan diduga setiap bangunan mengalami keretakan karna kontur tanah yang tidak terlebih dahulu di stamper atau dipadatkan, pengerjaan yang ngasal yang mungkin kejar tayang untuk segera dijual.