“Memang sejak kecil dia mandiri. Tahu-tahu kasih kabar keterima UGM, saya kaget. Tapi ya percaya, karena dia pintar dan punya mimpi besar,” kenang Teluning.
Bagi Teluning, kabar kelulusan itu adalah penebus dari waktu-waktu yang harus ia korbankan demi mencari nafkah.
Baca Juga:
Soal Insiden di Diskusi UGM, Wamentan Sudaryono Beri Klarifikasi
Ia merasa kehilangan banyak momen bersama sang anak karena harus bekerja dari pagi hingga malam.
“Saya merasa kehilangan waktu bersamanya, tapi semua ini demi masa depan dia,” ujarnya haru.
Kini, kekhawatiran soal biaya pendidikan tak lagi menghantui. Artita dinyatakan bebas biaya kuliah berkat beasiswa UKT 100% dari UGM.
Baca Juga:
29 Mahasiswa UGM Berangkat ke Raja Ampat, Optimalkan Sumber Daya Lokal lewat KKN-PPM 2026
“Saya bersyukur sekali, beasiswa ini sangat meringankan beban ibu,” kata Artita.
Sejak SMA, Artita memang sudah menargetkan UGM sebagai kampus impiannya.
Ia rajin belajar dari buku dan ponsel di ruang tamu rumahnya, hingga selalu menjadi juara kelas. Selain akademik, ia juga aktif dalam kesenian, terutama tari tradisional.