WahanaNews.co | Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan Sakola Kembara yaitu fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak desa.
Sakola Kembala adalah sekolah informal yang mendorong anak-anak untuk keluar dari kampung halamannya untuk menempuh pendidikan lanjut.
Baca Juga:
12 Tahun Bersekolah tapi Tak Bisa Membaca, Aleysha Ortiz Gugat Sekolahnya
Sakola sendiri artinya sekolah dalam bahasa Sunda, sementara kembara artinya pergi mengembara.
Menurut penjelasan Rommi Adany Putra Afauly, mahasiswa pengembang Sakola Kembara, gagasan sekolah informal ini berawal dari tanggung jawabnya menjadi Kepala Divisi Kolaborasi dan Implementasi di Gebrak Indonesia untuk membangun Desa CintaAsih, Jawa Barat.
Baginya, menjadi mahasiswa berarti memegang tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Baca Juga:
Walikota Bandung Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah
Gebrak Indonesia adalah organisasi yang mewadahi kolaborasi sejumlah himpunan mahasiswa jurusan ITB di bidang pengembangan masyarakat (community development) berkelanjutan.
Mahasiswa Teknik Mesin ITB ini menuturkan, ia semula juga didorong keresahan melihat ketimpangan kualitas pendidikan antara perkotaan dan pedesaan.
Dari jurnal yang dipublikasi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Starting Unequal: How's Life for Disadvantaged Children?, ia memahami bahwa kemampuan ekonomi orang tua dapat memengaruhi kemampuan kognitif anak.