WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) turut ambil bagian dalam program “Mudik Bareng Sektor ESDM 2026” yang secara resmi dilepas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta pada Jumat (20/03/2026).
Program tahunan yang menjadi inisiatif KESDM bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi ini kembali digelar untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyambut momen mudik Lebaran.
Baca Juga:
Jaga Kenyamanan Ibadah, PLN Amankan Pasokan Listrik Sumatera Utara Saat Ramadan
Pada tahun ini, program tersebut diikuti oleh sebanyak 1.496 peserta mudik yang diberangkatkan menuju 20 rute berbeda ke berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa program mudik bersama ini telah menjadi tradisi tahunan yang mencerminkan sinergi antar pemangku kepentingan di sektor energi.
Baca Juga:
Mudik Gratis BUMN 2026 Tembus 116 Ribu Peserta, PLN Dorong Program Ramah Lingkungan
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai di lingkungan KESDM, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (mengangkat bendera start) bersama jajaran Kementerian ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi melepas keberangkatan seluruh peserta Mudik Bareng Sektor ESDM 2026 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/03/2026). Total 30 bus dengan 1.496 pemudik diberangkatkan ke 20 rute tujuan ke berbagai daerah di Indonesia pada program mudik gratis kali ini.
"Mudik bareng ini merupakan tradisi Kementerian ESDM bersama stakeholder untuk memfasilitasi seluruh karyawan internal KESDM maupun masyarakat umum agar dapat melaksanakan mudik Lebaran di tahun ini. Inilah bentuk kebersamaan pemerintah dengan masyarakat," ujar Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini, Kementerian ESDM bersama para stakeholder menyediakan sebanyak 33 unit bus yang akan mengangkut para pemudik ke berbagai daerah tujuan, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Palembang, hingga Medan.
Hal ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus meningkatkan keselamatan selama arus mudik.
"Kita doakan semoga saudara-saudara kita yang menjalankan mudik selalu dalam lindungan Allah SWT, selamat sampai di tujuan dan bisa merayakan Hari Raya Idulfitri nanti. Kami keluarga besar Kementerian ESDM dan seluruh BUMN sektor energi juga mengucapkan mohon maaf lahir batin, selamat merayakan Hari Raya Idulfitri," ucap Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut dan menegaskan komitmen PLN dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Menurutnya, partisipasi PLN dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan mudik yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta aman bagi masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri) didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) berjalan menuju salah satu bus untuk menyapa peserta Mudik Bareng Sektor ESDM 2026 sebelum diberangkatkan dari Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (20/03/2026).
“Mudik Bareng Sektor ESDM 2026 ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kami mendorong upaya bersama dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan, serta menghadirkan perjalanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Di sisi lain, PLN juga memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Perseroan memproyeksikan beban puncak listrik mencapai 35.017 MW dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW, sehingga terdapat cadangan daya yang cukup besar yakni sekitar 16.950 MW.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari asesmen menyeluruh hingga pemeliharaan infrastruktur kelistrikan dari hulu hingga hilir jauh sebelum periode RAFI dimulai.
Hal ini dilakukan untuk menjamin keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, serta tanpa gangguan.
“Sebagai perusahaan yang diamanahi menjaga keandalan listrik nasional, PLN telah mempersiapkan seluruh infrastruktur, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi, dalam kondisi optimal sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan listrik yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Melalui kesiapan ini, PLN ingin terus hadir untuk masyarakat, mendukung kebutuhan dari momen mudik hingga perayaan Idulfitri sehingga masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan penuh kehangatan,” tutup Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]