Jumlah pelanggan pada segmen bisnis meningkat sekitar 8,8 persen YoY, dari 5,15 juta pelanggan menjadi 5,60 juta pelanggan.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas perdagangan, jasa, dan usaha mikro hingga menengah di berbagai daerah.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Listrik di PLN Mobile Dapat Voucher Rp10.000
Sementara itu, segmen industri mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Jumlah pelanggan industri naik sekitar 18,6 persen secara tahunan, dari 253 ribu pelanggan menjadi 300 ribu pelanggan.
Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas produksi, investasi, serta pengembangan sektor industri nasional yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Masyarakat di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh setelah PLN membangun infrastruktur kelistrikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Peningkatan jumlah pelanggan PLN tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga didorong oleh berbagai program pemerataan akses listrik, seperti Lisdes, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM, serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai melalui donasi pegawai PLN.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Warga Kini Nikmati Energi Sepanjang Hari
"Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” imbuh Darmawan.
Tak hanya sektor rumah tangga, bisnis, dan industri, pertumbuhan pelanggan juga terjadi pada segmen sosial dan pemerintah.
Pelanggan sosial meningkat sekitar 4 persen dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan. Sementara itu, pelanggan pemerintah bertambah dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau tumbuh sekitar 4,8 persen.