“Tapi pada dasarnya begitu diputuskan presiden, saya akan eksekusi,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan komitmennya untuk memastikan proses pembayaran berjalan tanpa kendala.
Baca Juga:
Empat Orang Tewas akibat Kecelakaan di Jalan Rusak Pasar Kemis
“Saya akan beresin supaya semuanya berlangsung smooth, tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi dari Pak Rosan, jadi saya akan tunggu dulu,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sinyal dari Istana bahwa pembahasan skema pembayaran utang Whoosh telah memasuki tahap finalisasi.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara menyampaikan bahwa negosiasi teknis kini dipimpin langsung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Baca Juga:
Turis Kanada Ditemukan Tewas di Hotel Labuan Bajo, Diduga Bunuh Diri
Proyek kereta cepat Whoosh memiliki nilai investasi sekitar USD 7,2 miliar, termasuk pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar USD 1,21 miliar.
Sekitar 75 persen pembiayaan proyek tersebut berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya merupakan setoran modal konsorsium.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan pemerintah siap bertanggung jawab atas keberlanjutan proyek tersebut, termasuk kewajiban pembayaran cicilan utang sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.