Arsjad menilai, pengembangan KEK membutuhkan upaya kolektif dan konsistensi kebijakan agar kawasan yang belum berkembang dapat mengejar ketertinggalan.
“Kalau kita bicara KEK, kita harus selalu memikirkan competitiveness,” tegas Arsjad.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong KEK sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, Batang–Kendal Jadi Model Nasional
Ia menambahkan, peningkatan daya saing harus menjadi proses berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian sesaat.
“Kita harus terus berpikir bagaimana menjadi lebih baik, better dan better lagi,” katanya.
Menurutnya, rasa puas diri justru berpotensi melemahkan posisi Indonesia dalam persaingan global yang semakin agresif.
Baca Juga:
Enam Kawasan Ekonomi Khusus Baru Menunggu Persetujuan Presiden Prabowo
“Tidak boleh puas,” ujarnya.
Arsjad mengingatkan bahwa negara-negara lain secara konsisten memperluas dan memperkuat kawasan ekonominya demi menarik arus modal internasional.
“Ini kompetisi,” kata Arsjad.