Arsjad menilai, pengembangan KEK membutuhkan upaya kolektif dan konsistensi kebijakan agar kawasan yang belum berkembang dapat mengejar ketertinggalan.
“Kalau kita bicara KEK, kita harus selalu memikirkan competitiveness,” tegas Arsjad.
Baca Juga:
Soal KEK Ganja Medis di RI, Begini Respons Menko Airlangga
Ia menambahkan, peningkatan daya saing harus menjadi proses berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian sesaat.
“Kita harus terus berpikir bagaimana menjadi lebih baik, better dan better lagi,” katanya.
Menurutnya, rasa puas diri justru berpotensi melemahkan posisi Indonesia dalam persaingan global yang semakin agresif.
Baca Juga:
Pabrik Prekursor Baterai Milik Haji Isam Diresmikan Menhan Sjafrie
“Tidak boleh puas,” ujarnya.
Arsjad mengingatkan bahwa negara-negara lain secara konsisten memperluas dan memperkuat kawasan ekonominya demi menarik arus modal internasional.
“Ini kompetisi,” kata Arsjad.