Ia menegaskan bahwa KEK di berbagai negara akan terus berlomba meningkatkan keunggulan agar lebih menarik bagi investor.
“Kita juga harus bisa terus berkompetisi, karena yang kita perlukan itu modal, kapital untuk masuk,” ujarnya.
Baca Juga:
Pembentukan 6 KEK Baru Menunggu PP, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Harus Berdampak ke Rakyat
Saat diminta menyebutkan KEK mana saja yang dinilai belum optimal, Arsjad memilih tidak menunjuk kawasan tertentu secara terbuka.
“Saya tidak bisa menilai satu per satu,” katanya.
Meski begitu, ia menyebut indikator keberhasilan KEK dapat dengan mudah dilihat dari tingkat minat investor.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
“Tapi kelihatan kok mana yang lebih sukses,” ujarnya.
Menurut Arsjad, kawasan dengan arus investasi tinggi umumnya memiliki kinerja dan tata kelola yang lebih baik dibandingkan kawasan yang sepi peminat.
“Kawasan yang investornya lebih banyak masuk, pasti kinerjanya lebih baik dibandingkan yang belum,” katanya.