Terkait strategi menarik investasi, Arsjad menekankan pentingnya fokus pengembangan sesuai karakteristik dan potensi daerah masing-masing KEK.
“Kawasan ekonomi itu harus fokus pada competitiveness daerahnya dan lokasinya,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong KEK sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, Batang–Kendal Jadi Model Nasional
Ia juga menilai keberadaan investor jangkar atau anchor investor memiliki peran krusial dalam mempercepat pertumbuhan kawasan.
“Kalau ada anchor besar, pengembangannya biasanya akan jauh lebih cepat,” kata Arsjad.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kontribusi kawasan industri dan KEK milik pemerintah masih tertinggal dibandingkan kawasan industri swasta.
Baca Juga:
Enam Kawasan Ekonomi Khusus Baru Menunggu Persetujuan Presiden Prabowo
Airlangga menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius, mengingat KEK memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan KEK sebagai instrumen strategis ekonomi.
Selain persoalan kinerja, luas KEK Indonesia juga dinilai masih kalah dibandingkan negara lain seperti Vietnam yang telah memiliki kawasan ekonomi khusus dengan total luasan sekitar 1 juta hektar.