WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia dinilai belum sepenuhnya lepas landas, meskipun sebagian kawasan sudah menunjukkan performa yang melampaui rata-rata nasional dan menjadi etalase keberhasilan kebijakan industri.
Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC) Arsjad Rasjid saat merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai capaian positif KEK Batang dan Kendal dalam menarik investasi, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Dorong KEK sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, Batang–Kendal Jadi Model Nasional
Menurut Arsjad, keberhasilan beberapa KEK memang patut diapresiasi karena mampu menunjukkan bahwa konsep kawasan ekonomi khusus dapat bekerja secara efektif bila dikelola dengan tepat.
“Apa yang dikatakan Pak Airlangga saya setuju, bahwa beberapa kawasan ekonomi itu sudah bagus,” ujar Arsjad.
Namun demikian, ia menilai capaian tersebut belum mencerminkan kondisi keseluruhan KEK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga:
Enam Kawasan Ekonomi Khusus Baru Menunggu Persetujuan Presiden Prabowo
“Tapi kawasan ekonomi kita kan bukan hanya dua atau tiga tempat saja, melainkan banyak,” katanya.
Ia menegaskan, masih terdapat pekerjaan rumah besar untuk memastikan seluruh KEK dapat berkembang secara merata dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Nah, di situ yang saya katakan masih belum optimal,” ujarnya.