WAHANANEWS.CO, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tertahan meski harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Data dari situs resmi Pertamina menunjukkan harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series belum mengalami perubahan sejak awal Maret, di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri 2026, Ketersediaan Energi Dipastikan Aman, Wamen ESDM Imbau Warga Tetap Tenang
Untuk wilayah Jakarta, harga BBM subsidi masih dipertahankan dengan Pertalite (RON 90) di level Rp10 ribu per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter.
Sementara itu, BBM nonsubsidi juga tidak mengalami penyesuaian harga dengan Pertamax (RON 92) dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp13.100 per liter, serta Pertamax Green (RON 95) Rp12.900 per liter.
Jenis lainnya seperti Dexlite dibanderol Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex berada di harga Rp14.500 per liter.
Baca Juga:
Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Produksi Kilang BBM
Kondisi serupa terjadi di SPBU swasta di mana harga BBM relatif stabil sejak awal bulan meskipun gejolak harga minyak global terus terjadi.
Di SPBU Shell, harga Shell Super (RON 92) tercatat Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel dijual Rp14.620 per liter.
Sementara di SPBU BP, harga BP Ultimate (RON 95) berada di angka Rp12.930 per liter, BP 92 Rp12.390 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
Adapun di SPBU Vivo, Revvo 92 dijual Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Berbanding terbalik dengan Indonesia, sejumlah negara di Asia Tenggara justru mulai menaikkan harga BBM dalam beberapa pekan terakhir.
Di Malaysia, harga BBM tercatat naik selama dua pekan berturut-turut dengan RON95 mencapai 3,27 ringgit Malaysia per liter dari sebelumnya 2,59 ringgit pada akhir Februari, Senin (23/3/2026).
RON97 juga meningkat menjadi 4,55 ringgit Malaysia dari 3,15 ringgit, sementara diesel di Semenanjung Malaysia melonjak ke 4,72 ringgit Malaysia per liter dari sebelumnya 3,04 ringgit.
Di Singapura, harga bensin oktan 95 ikut mengalami kenaikan dengan harga di SPBU Cnergy mencapai 2,35 dolar Singapura per liter dan bensin oktan 98 sebesar 2,65 dolar Singapura per liter, Senin (17/3/2026).
Di sejumlah SPBU lain seperti Caltex, Shell, dan Esso, bensin oktan 95 bahkan sempat dijual hingga 3,47 dolar Singapura per liter sebelum diskon diterapkan.
Harga tersebut meningkat dibandingkan akhir Februari yang berada di kisaran 2,88 dolar Singapura per liter di sebagian besar SPBU.
Kenaikan juga terjadi di Thailand dengan harga gasohol dan bensin naik 1 baht per liter serta diesel naik 0,70 baht per liter, Senin (23/3/2026).
Di SPBU PTT Thailand, Gasohol E85 kini berada di angka 24,79 baht per liter, Gasohol E20 sebesar 28,05 baht per liter, Gasohol 91 di level 32,68 baht per liter, dan Gasohol 95 mencapai 33,05 baht per liter.
Untuk jenis bensin, petrol dibanderol 41,64 baht per liter, sementara diesel mencapai 31,14 baht per liter dan Super Power Diesel menyentuh 44,64 baht per liter.
Sementara itu, di Vietnam harga BBM juga mengalami kenaikan signifikan dengan bensin E5 RON92 dibatasi sebesar 27.177 Vietnam Dong per liter atau naik 4.673 Vietnam Dong, Senin (19/3/2026).
RON95-III turut meningkat menjadi 30.690 Vietnam Dong per liter atau naik 5.115 Vietnam Dong, sedangkan diesel 0.05S melonjak ke 33.420 Vietnam Dong per liter atau naik 6.395 Vietnam Dong.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]