“Ini juga berpotensi adanya penurunan kualitas layanan dan produk, seperti pembungkus yang semakin tipis atau tidak aman, semakin lamanya proses ongkir dalam rangka menekan biaya produksi,” tambahnya.
YLKI menekankan bahwa transparansi biaya merupakan bagian penting dari perlindungan hak konsumen dalam ekosistem perdagangan digital.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
Organisasi tersebut meminta platform e-commerce memastikan tidak ada biaya tersembunyi maupun manipulasi dalam skema diskon dan layanan pengiriman.
Selain itu, YLKI meminta pelaku industri tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan meskipun terjadi perubahan skema ongkos kirim.
Di sisi lain, YLKI mendorong pemerintah segera memperkuat pengawasan agar tercipta praktik usaha yang adil dan berkelanjutan antara platform e-commerce, penjual, dan konsumen.
Baca Juga:
Nadiem Makarim Syok Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5 Triliun: Lebih Berat dari Teroris
“Pemerintah perlu memastikan penerapan skema yang adil dan berkelanjutan antara e-commerce, seller, dan konsumen,” tutup Niti.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.