Meskipun sebagian besar emiten sawit mencatatkan kinerja gemilang akibat kenaikan harga CPO, masih terdapat dua emiten yang mengalami kerugian, setidaknya hingga akhir kuartal pertama tahun ini, mengingat kedua perusahaan ini belum melaporkan kinerja tengah tahun. Kerugian ini tetap terjadi di tengah pendapatan kedua perusahaan yang tercatat naik
Kedua perusahaan tersebut adalah unit bisnis perkebunan Grup Bakrie yaitu PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan bisnis perkebunan Peter Sondakh PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Baca Juga:
Lampaui Target, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai USD 1,52 Miliar pada 2024
Bakrie Plantation mencatat kerugian bersih Rp 310,87 miliar, jauh membaik dari total rugi Maret 2020 yang mencapai Rp 1,52 triliun. Sebaliknya rugi Eagle Plantation malah membengkak menjadi Rp 1,65 triliun dari semula Rp 416,82 miliar. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.