WahanaNews.co | Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia buka suara terkait rencana China yang dikabarkan akan menambah impor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit Indonesia.
Rencananya China akan menambah impor sebesar 1 juta ton.
Baca Juga:
Institut USBA: Usulan Penanaman Kelapa Sawit Skala Besar di Papua adalah Jalan Mundur yang Membahayakan
Selain itu, Cina juga akan berinvestasi dalam pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara (Kaltara) serta energi baru terbarukan.
"Tadi kami diarahkan untuk melakukan percepatan terhadap kawasan industri di Kaltara, dan alhamdulillah semua perizinannya semua sudah selesai dan sekarang pembangunan infrastrukturnya sudah mulai," ujar Bahlil dikutip dari keterangan dalam situs Sekretariat Kabinet, Rabu (24/8/2022).
"Hal-hal lain yang terkait dengan di Cina, pengembangan untuk CATL, kemudian beberapa energi baru terbarukan pun berjalan," sambung Bahlil.
Baca Juga:
Satu Unit Usaha Wilmar International Tersandung Kasus Penipuan di China
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja di China, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Perdana Menteri Li Keqiang di Villa 5, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa sore (26/7/2022).
Dalam pertemuan tersebut pihak China menyampaikan komitmen untuk menambah impor CPO (Crude Palm Oil/minyak sawit) 1 juta ton dari Indonesia.
Selain itu, China juga prioritaskan impor produk pertanian dari Indonesia.