Sementara itu, kategori non-makanan menyumbang 26,33 persen dari total pengeluaran masyarakat miskin di perkotaan dan 23,93 persen di perdesaan.
Selain perumahan, bensin, dan listrik, perlengkapan mandi dan biaya pendidikan juga menjadi komponen penting.
Baca Juga:
Siswa SD Ngada Meninggal Gegara Tak Mampu Beli Buku, Komisi X DPR Ingatkan Negara soal Tanggung Jawab
Di kota, warga miskin menghabiskan 1,31 persen untuk perlengkapan mandi dan 2,07 persen untuk pendidikan, sedangkan di desa masing-masing sebesar 1,15 persen dan 1,25 persen.
Ada juga pengeluaran untuk perawatan kulit, sabun cuci, hingga kesehatan, meski porsinya tidak sebesar komoditas lainnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi rokok di kalangan keluarga miskin di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian dari pembuat kebijakan.
Baca Juga:
Bantu Entaskan Kemiskinan, ALPERKLINAS Dorong Kementerian dan Lembaga RI Alokasikan Anggaran Tiru Program ESDM–PLN yang Sukses Hadirkan 367 Ribu Sambungan Listrik Gratis pada 2022–2024
Saat kebutuhan nutrisi penting justru tersingkir oleh pembelian rokok, maka program pengentasan kemiskinan tidak hanya perlu menyasar aspek ekonomi, tetapi juga budaya konsumsi dan edukasi kesehatan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.