Boediono juga menegaskan, suspend yang dijatuhkan China hanya berlaku untuk pasar China. Dengan demikian, perusahaan yang terkena suspend masih dapat melakukan ekspor ke negara tujuan lainnya.
"Oh iya bebas, hanya ke China saja ya," tutur dia.
Baca Juga:
Belgia Resmi Menetapkan PSK Jadi Pekerja Formal, Dapat Asuransi hingga Hak Cuti
Sumber Penyebab Suspensi Perusahaan RI
Terkait penyebab suspend, Boediono mengatakan, kandungan aluminium yang tinggi pada sarang burung walet tidak selalu disebabkan oleh praktik kecurangan. Menurutnya, unsur aluminium juga dapat terbentuk secara alami dari lingkungan tempat sarang walet menempel.
"Macam-macam, kalau dulu itu pasti ada yang nakal masukin tawas segala macam tapi sekarang udah nggak. Tapi memang ada dari alam sendiri aluminium sudah terbentuk di sarang burung, karena mineralnya. Jadi nempel ke tembok, tembok kan ngandung semen, semen itu kan sebagian komposisinya aluminium, ya itu kira-kira," terangnya.
Baca Juga:
Bisnis Akomodasi Ilegal Makin Marak, Pengusaha Hotel Sampai Bingung
"Tapi kita sudah aware gitu ya, kita sekarang lebih hati-hati. Jangan ada sarang burung yang nempel ke tembok, kira-kira begitu ya," ucap Boedi.
Ia menambahkan, China hingga kini masih menjadi pasar utama ekspor sarang burung walet Indonesia. Sementara negara tujuan lainnya antara lain Amerika Serikat, Hong Kong, dan Singapura.
"Itu yang terbanyak ekspor ke China, yang sementara ini terbesar dan terbanyak. Kalau dulu, ekspor ke negara lain itu merupakan negara transit saja sebelum masuk ke China, zaman dulu ya," pungkasnya.