WAHANANEWS.CO, Jakarta - Siang itu, sinar matahari menyelinap di antara rimbunnya pepohonan di Lebong Tambang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
Di sebuah rumah kayu yang berdiri sederhana di tepian perkampungan, sebuah lampu bohlam putih untuk pertama kalinya memancarkan cahaya terang di ruang tamu.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik, 225 Ribu Rumah Tangga Jadi Sasaran BPBL 2026
Selama bertahun-tahun, keluarga di rumah tersebut hanya mengandalkan penerangan seadanya saat malam datang.
Di bawah cahaya baru itu, Singgih Permana tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Setelah sekian lama hidup tanpa sambungan listrik mandiri, kini rumahnya resmi teraliri listrik melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang bersinergi dengan PT PLN (Persero).
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Perkuat Pasokan Batu Bara Demi Jaga Keandalan Listrik Jawa
Simbolis penyalaan listrik di salah satu rumah penerima manfaat program BPBL di Kabupaten Lebong, Bengkulu oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana (kedua dari kanan) pada Sabtu (7/2/2026).
“Sekarang anak-anak bisa belajar tanpa takut gelap. Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PLN dan pemerintah,” ujar Singgih.
Bagi Singgih, hadirnya listrik bukan sekadar menghadirkan terang. Ia melihatnya sebagai awal perubahan.