Dengan pasokan listrik yang andal, ia berharap anak-anaknya dapat belajar lebih nyaman, sementara keluarganya memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha kecil dari rumah demi menambah penghasilan.
Kisah serupa juga dirasakan Hayati, warga Lebong Tambang lainnya yang menjadi penerima manfaat.
Baca Juga:
PLN Catat Rekor Transaksi SPKLU Tertinggi Saat Mudik Lebaran 2026
Dengan wajah penuh sukacita, ia menunjukkan kipas angin yang kini dapat berputar di ruang tamunya.
Sesuatu yang dulu terasa mustahil, kini menjadi kenyataan. Bagi banyak keluarga prasejahtera, listrik bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar yang akhirnya dapat mereka nikmati.
Secara keseluruhan, Program BPBL di Provinsi Bengkulu menghadirkan sambungan listrik mandiri bagi 750 keluarga prasejahtera. Sebanyak 277 keluarga di Desa Tanjungan, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, menerima sambungan listrik pada 6 Februari 2026.
Baca Juga:
Tak Mudik Demi Tugas, Ini Perjuangan Petugas PLN Jaga Listrik Saat Lebaran
Selanjutnya, 473 keluarga di Kabupaten Lebong memperoleh sambungan serupa pada 7 Februari 2026. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas rasio elektrifikasi dan memastikan pemerataan akses energi hingga ke pelosok daerah.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah dan PLN dalam menghadirkan akses listrik bagi masyarakat.
Penyalaan listrik di salah satu rumah penerima manfaat program BPBL di Kabupaten Seluma, Bengkulu oleh Srikandi PLN pada Jumat (6/2/2026).