Dengan teknologi tersebut, proses pengeringan kopi dapat dilakukan secara lebih terkontrol sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.
Dampaknya sangat signifikan. Waktu pengeringan yang sebelumnya bisa mencapai satu bulan kini dipersingkat menjadi sekitar 14 hari.
Baca Juga:
Lewat Sustainability Day 2026, PLN Tegaskan Komitmen Transisi Energi Berkelanjutan
Para petani dari Kelompok Tani 1 Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan sedang menanam bibit Kopi Tiom menggunakan media poly bag sebelum nantinya dipindahkan ke area tanam setelah pohon mulai tumbuh.
Selain itu, risiko kerusakan akibat hujan atau kelembapan tinggi juga berkurang drastis. Kondisi ini membuat kualitas kopi lebih konsisten dan berujung pada peningkatan nilai jual di pasaran.
Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom berterima kasih atas peran PLN yang telah mendampingi petani kopi di Kabupaten Lanny Jaya.
Baca Juga:
Dukung Operasional Data Center Microsoft, PLN Selesaikan Proyek Listrik di Cikarang dan Karawang
Dirinya bersyukur upaya yang dilakukan mulai berbuah manis. Kopi Tiom telah bertransformasi menjadi salah satu komoditas penting dari kabupaten tersebut.
"Dulu kami cemas setiap kali hujan datang. Kopi bisa rusak, bahkan tidak laku. Sekarang, dengan pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa aman. Kualitas kopi terjaga, harga naik, dan penghasilan kami bisa meningkat hingga tiga kali lipat," ujar Moses.
Apresiasi juga datang dari Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo. Ia menilai langkah yang dilakukan PLN bukan hanya menjawab persoalan teknis di lapangan, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.