WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) bergerak memperkuat mesin organisasinya melalui perubahan susunan jajaran Direksi yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026.
Keputusan strategis tersebut diumumkan PLN dalam rilis resminya pada Kamis (18/06/2026) sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Kurangi Beban Listrik Harian Lewat PLTS On-Grid
PLN menyebut perubahan jajaran Direksi dilakukan untuk memastikan arah transformasi perseroan tetap berjalan adaptif di tengah perkembangan industri ketenagalistrikan yang semakin kompleks.
“Serta keberlanjutan transformasi PLN dalam menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang semakin dinamis,” demikian keterangan resmi BUMN tersebut.
Perubahan susunan Direksi PLN juga dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan listrik nasional yang andal, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Berau Jadi Etalase Energi Hijau Lewat PLTS 495 KWP
Perseroan meyakini jajaran Direksi terbaru memiliki pengalaman, kompetensi, dan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memperkuat peran PLN sebagai penyedia tenaga listrik nasional.
PLN juga menilai kepemimpinan baru tersebut akan menjadi modal penting dalam menjalankan mandat besar perusahaan, terutama dalam menjawab kebutuhan listrik masyarakat, industri, dan kawasan pertumbuhan ekonomi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, PLN dituntut tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga mempercepat agenda transformasi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih modern dan berkelanjutan.
RUPS PLN Tahun 2026 turut menambah nomenklatur Wakil Direktur Utama atau Wadirut dalam struktur Direksi perseroan.
Penambahan nomenklatur tersebut menjadi sinyal penguatan struktur kepemimpinan PLN agar proses pengambilan keputusan, koordinasi bisnis, dan pelaksanaan transformasi perusahaan dapat berjalan lebih solid.
Dengan struktur terbaru itu, PLN diharapkan semakin siap menghadapi tantangan besar sektor energi, mulai dari peningkatan konsumsi listrik, transisi energi, digitalisasi layanan, hingga kebutuhan investasi infrastruktur ketenagalistrikan.
Keputusan RUPS tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan transformasi PLN sebagai BUMN strategis yang memegang peran vital dalam pembangunan nasional.
Dalam konteks pelayanan publik, PLN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan listrik tetap tersedia bagi masyarakat secara aman, merata, dan berkelanjutan.
Perubahan Direksi ini sekaligus menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat tata kelola, memperluas inovasi, dan menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan ketenagalistrikan nasional.
Perseroan menegaskan bahwa pengalaman dan kompetensi jajaran Direksi terbaru akan semakin memperkuat langkah PLN dalam menjalankan mandat penyediaan tenaga listrik yang andal serta berkelanjutan.
[Redaktur: Sandy]