Langkah keempat, menjaga likuiditas di perbankan dan pasaran lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu double digit. Terakhir, kata dia, pertumbuhan uang primer adalah 14,1%.
"Keenam, penguatan untuk pasar intervensi kami di offshore non-delivery forward supaya kita lebih mampu mengendalikan perkembangan nilai tukar di offshore, di luar negeri. Selain intervensi yang terus kami lakukan, kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri sehingga pasokannya lebih, lebih banyak sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar Rupiah," kata Perry.
Baca Juga:
Ketidakpastian Global Memuncak, Perry Sebut Dampak Tarif AS Semakin Nyata
Dan ketujuh, peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang terutama kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi.
"Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Friderica Widyasari dari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga," kata Perry.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.