Jason Kan, konsultan komersial independen yang mengendarai mobil hatchback kompak, mengatakan biaya pengisian bahan bakar meningkat 15% bahkan dengan diskon keanggotaan.
"Kenaikan 15% jelas berdampak besar, karena harga bahan bakar di Hong Kong sudah dimulai dari basis yang sangat tinggi, menyumbang porsi yang relatif besar dari pendapatan rata-rata penduduk Hong Kong, terutama dibandingkan dengan Taiwan dan Jepang," katanya.
Baca Juga:
Menyamar Jadi Pengacara Ajak Makan Cewek, Pria Ini Kabur Tinggalkan Tagihan Rp168 Juta
Ia menambahkan harga tinggi tersebut menjadi insentif tambahan bagi warga Hong Kong untuk bepergian ke kota-kota di daratan China seperti Shenzhen, yang dalam beberapa tahun terakhir menarik semakin banyak pengunjung dari Hong Kong dengan biaya belanja dan makan yang lebih murah.
"Ini bisa membebani ekonomi Hong Kong secara signifikan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Liu, seorang pengemudi pengantar makanan yang hanya menyebutkan nama belakangnya. Ia mengatakan kenaikan harga bahan bakar membuat pekerjaannya dengan sepeda motor menjadi kurang menguntungkan. "Harga minyak untuk mengantar makanan meningkat tetapi bayaran tidak," katanya.
Baca Juga:
Hong Kong Buka Pintu untuk Mahasiswa Harvard yang Terdampak Larangan Trump
Harga bensin yang sangat tinggi, ditambah biaya parkir dan biaya registrasi kendaraan yang mahal, membuat kepemilikan mobil di Hong Kong menjadi salah satu yang terendah di antara kota-kota besar dunia dan ekonomi maju. Namun, kota ini juga memiliki jaringan transportasi publik yang luas dan berkualitas tinggi.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.