Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, daya tariknya berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Maret yang dirilis pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS (Kamis) dan inflasi Consumer Price Index (CPI) AS (Jumat)
Baca Juga:
Rupiah Melemah, Strategi Investasi Emas Kian Diminati Masyarakat
Data-data ini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga dan pergerakan emas selanjutnya.
Harga perak juga mengganas lagi
Baca Juga:
Harga Emas Hampir Rp 3 Juta, Sinyal Ekonomi Global Sedang Bermasalah
Merujuk Refinitiv, harga perak ada di posisi US$72,93 per troy ons pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Harganya naik 0,19%.
Harga perak terbang pada hari ini. Pada Rabu (8/4/2026) pukul 06.30 WIB, harga perak melesat 4,9% dan menyentuh US$ 76,52 per troy ons.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.