"Pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar yang akan menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan terus berjalan," kata Tony.
Investasi yang telah direalisasikan menjadi bagian dari keseluruhan kebutuhan pendanaan untuk membawa Kucing Liar menuju tahap produksi komersial.
Baca Juga:
RI Berencana Nambah Lebih dari 10% Saham Freeport
"Investasi tambang bawah tanah ini telah menghabiskan Rp25 triliun dan secara keseluruhan nantinya akan mencapai Rp72 triliun," tambah Tony.
Freeport Indonesia memproyeksikan tambang Kucing Liar nantinya memiliki kapasitas produksi hingga 130.000 ton bijih per hari.
"Kita rencananya Kucing Liar itu bisa 130 ribu ton bijih per hari," ujar Tony di sela kegiatan.
Baca Juga:
Longsor Grasberg Freeport: Tim Evakuasi Temukan Dua Pekerja Tak Bernyawa
Kehadiran Kucing Liar dinilai strategis karena akan membantu mengompensasi penurunan produksi secara alamiah dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave atau GBC.
"Ini akan betul-betul mendukung karena GBC juga nanti akan depleted ya akan menurun," kata Tony.
Tambahan produksi dari Kucing Liar diharapkan membuat keseluruhan output Freeport Indonesia dapat dipertahankan secara stabil meskipun produksi dari GBC secara bertahap mengalami penurunan.