WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konflik geopolitik global tidak hanya berdampak pada harga energi, tetapi juga mulai mengganggu operasional teknis dan permintaan pasar di industri penerbangan.
Asosiasi maskapai nasional, INACA, (Indonesia National Air Carrier Association) mengungkapkan tekanan yang kini dirasakan semakin kompleks.
Baca Juga:
Terjebak Kabut dan Medan Terjal, Tim SAR Menginap di Lokasi Jenazah Korban ATR 42-500
Di tengah situasi tersebut, industri penerbangan Indonesia sebenarnya sempat mendapat angin segar melalui kebijakan pemerintah saat musim mudik Lebaran 2026.
"INACA sebagai Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan," demikian disampaikan INACA dalam pernyataan resminya, Rabu (25/3/2026) melansir CNBC Indonesia.
Kerja sama lintas pemangku kepentingan disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran transportasi udara selama periode puncak arus mudik Idulfitri 2026.
Baca Juga:
Basarnas Kerahkan Tim SAR Cari Korban Kecelakaan Pesawat di Maros
"Yang telah bekerja sama dengan stakeholder penerbangan nasional dalam menjalankan program mudik Lebaran 2026 serta pemberian diskon harga tiket pesawat," lanjut INACA.
Namun, kondisi global yang memburuk kini mulai memberikan tekanan lanjutan, tidak hanya dari sisi biaya tetapi juga permintaan pasar.
"Mempertimbangkan kondisi industri penerbangan saat ini yaitu pengaruh dari konflik geopolitik antara USA-Israel vs Iran yang membuat kondisi ekonomi internasional menjadi tidak kondusif," jelas INACA.