Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan proyek PSEL memiliki dampak strategis terhadap kawasan perkotaan dan aglomerasi karena persoalan sampah telah menjadi tantangan besar di kota-kota padat penduduk.
Ia menilai pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan sumber energi baru yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Normal, ALPERKLINAS: PLN Bergerak Cepat dan Terukur
“Ke depan, kota-kota besar Indonesia membutuhkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan energi agar pertumbuhan urbanisasi tidak berubah menjadi ancaman lingkungan,” ucapnya.
Menurut Tohom, langkah DIM dan Denera membuka proses seleksi secara transparan dan kompetitif juga memberi pesan penting kepada investor global bahwa Indonesia semakin serius membangun tata kelola investasi yang profesional dan akuntabel.
Ia berpandangan proyek-proyek seperti PSEL akan menjadi salah satu simbol transformasi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun ekonomi hijau, ketahanan energi, dan modernisasi infrastruktur nasional.
Baca Juga:
Bareskrim Bongkar Fakta Blackout Sumatera, Polisi Pastikan Belum Ada Unsur Sabotase
Sebelumnya, Danantara Investment Management (DIM) secara resmi mengumumkan hasil seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) gelombang kedua proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan total 85 entitas dinyatakan lolos tahap prakualifikasi.
CEO Denera sekaligus Director Investment DIM Fadli Rahman mengatakan peningkatan jumlah peserta dari lokal maupun mancanegara menjadi bukti bahwa program PSEL memiliki daya tarik investasi yang kuat dan dijalankan dengan tata kelola yang kredibel.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.