WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik di berbagai wilayah Indonesia selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Sumatera Utara, mengingat tingginya aktivitas masyarakat selama bulan suci hingga perayaan Idulfitri.
Baca Juga:
1.496 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Mudik Bareng ESDM 2026, PLN Siapkan Layanan Maksimal
Berbagai langkah strategis dan upaya intensif pun dilakukan guna memastikan masyarakat dapat beribadah serta menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik.
Sebagai bentuk pengawasan langsung, Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi, melakukan peninjauan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara pada Jumat (20/03/2026).
Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa PLN telah mengoptimalkan sistem operasi berbasis digital, sekaligus memastikan kesiapan seluruh personel di lapangan selama masa siaga RAFI 2026.
Baca Juga:
Mudik Gratis BUMN 2026 Tembus 116 Ribu Peserta, PLN Dorong Program Ramah Lingkungan
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi saat melakukan pengecekan kondisi sistem kelistrikan 20 kiloVolt (kV) di Distribution Control Center (DCC) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D), Sumatera Utara, pada Jumat (20/03/2026).
“PLN terus menjaga kesiapan sistem kelistrikan melalui penguatan teknologi, pemeliharaan preventif, serta monitoring sistem secara real time. Hal ini penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas, khususnya ibadah di bulan Ramadan hingga Idulfitri, dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Haryadi.
Di sisi lain, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di wilayah tersebut saat ini berada dalam status aman.
Ia memaparkan bahwa daya mampu sistem mencapai 2.323 megawatt (MW), dengan beban puncak sekitar 2.210 MW.
Dengan demikian, masih terdapat cadangan daya sebesar kurang lebih 113 MW yang siap digunakan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik.
“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman untuk mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Mundhakir.
Untuk memastikan keandalan tersebut tetap terjaga, PLN UID Sumatera Utara telah menyiagakan sebanyak 3.318 personel yang tersebar di 384 posko siaga kelistrikan.
Para petugas ini didukung dengan berbagai peralatan operasional yang memadai, seperti 135 unit genset, 96 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), 55 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 164 unit mobil operasional, 225 unit sepeda motor, serta 22 unit truk crane.
Seluruh fasilitas ini disiapkan guna mempercepat respons penanganan apabila terjadi gangguan kelistrikan di lapangan.
Tak hanya itu, PLN juga menerapkan sistem pengamanan berlapis di sejumlah lokasi prioritas.
Fokus pengamanan ini mencakup tempat ibadah seperti masjid, pusat transportasi, pusat perbelanjaan, hingga berbagai fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi (ketiga dari kiri), didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir (ketiga dari kanan), dan Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sumatera Utara, Donny Adriansyah (kedua dari kanan), saat meninjau SPKLU di Hotel Cambridge, Medan, Sumatera Utara yang menjadi salah satu titik pengisian daya kendaraan listrik bagi masyarakat.
"Kami juga melakukan pengamanan berlapis pada lokasi-lokasi prioritas seperti masjid, pusat transportasi, pusat perbelanjaan, serta fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri," tambah Mundhakir.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, PLN UID Sumatera Utara juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa 113 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 91 lokasi strategis, baik di jalur tol maupun non-tol.
Hal ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu, PLN turut mendorong pelanggan untuk memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile.
Aplikasi ini menghadirkan berbagai kemudahan, mulai dari pelaporan gangguan listrik, pembelian token, pembayaran tagihan, hingga fitur Trip Planner dan AntreEV yang sangat membantu pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan.
“PLN UID Sumatera Utara telah mempersiapkan seluruh infrastruktur distribusi agar berada dalam kondisi optimal serta didukung kesiapan personel siaga di berbagai titik strategis. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan nyaman,” tutup Mundhakir (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]