Fokus pada Ketahanan Pangan dan Transisi Energi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyoroti semangat mendorong investasi hijau berkelanjutan yang berfokus pada ketahanan pangan serta transisi energi menuju energi baru dan terbarukan dalam WJIS.
Baca Juga:
Samsat Jabar Buka di hari Minggu, Tak Ada Alasan Lagi Nunggak Pajak
Menurutnya, ketahanan pangan di Jabar juga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi lahan dan topografi. Namun, dia mengakui terdapat tantangan apalagi saat ini lahan pertanian berebut dengan pesatnya perkembangan industri dan perumahan.
Total porsi energi di Jabar yakni 25,87 million tonne of oil equivalent (MTOE), dengan komposisi minyak 39,6% atau 7,93 MTOE, gas 25,8% 6,68 MTOE, batu bara 20,1% setara 5,21 MTOE, dan energi baru dan terbarukan sebanyak 23,4% atau sama dengan 6,06 MTOE.
"Jawa Barat punya banyak gunung, tidak cuma gunung, tapi juga laut, juga yang lainnya, Jabar memang lengkap," katanya.
Baca Juga:
Bandung Serius Tangani Sampah, Siap Musnahkan 500 Ton Sehari
Di wilayah Jawa Barat setidaknya sudah terdapat sekitar 72 micro hydro power plant, 144 solar power plant, sembilan geothermal power plant, dan 39 minihydro power plant. [rin]