WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh kilang minyak yang dikelolanya beroperasi pada kapasitas maksimal guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Peningkatan konsumsi energi yang biasanya terjadi saat periode hari besar keagamaan ini mendorong perusahaan untuk mengambil langkah strategis demi menjaga stabilitas pasokan di berbagai daerah.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Konsistensi Polri Tindak Penyalahgunaan BBM & LPG Subsidi
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian kebijakan operasional dengan mengalihkan fokus dari orientasi keuntungan (profitability) menjadi prioritas pada ketersediaan (availability) produk.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah tingginya mobilitas.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan saat ini pihaknya telah menetapkan mode operasi kilang pada kapasitas tertinggi untuk menghasilkan volume sebanyak-banyaknya.
Baca Juga:
Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Pertamax Turbo-Pertamina Dex Naik
"Produksi kilang sendiri kita sudah pada posisi maksimal. Jadi kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi, konteksnya quantity," ujar Mars seperti dilaporkan InfoPublik, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, perubahan strategi operasional tersebut tidak terlepas dari peningkatan kebutuhan BBM yang signifikan dan sulit dihindari.
Oleh karena itu, perusahaan kini tidak lagi berfokus pada optimalisasi keuntungan semata, melainkan lebih menitikberatkan pada ketersediaan produk di masyarakat.