WahanaNews.co, Jakarta - Agar perekonomian masyarakat tetap tumbuh, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi BBM kita jaga hari ini untuk memastikan ekonomi rakyat tetap tumbuh, ekonomi Indonesia tetap tumbuh, beban di rakyat hari ini harus kita jaga," ujar Erick di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM, LPG hingga Listrik Aman dan Lancar Selama Idulfitri 2025
Erick mengungkapkan bahwa keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM, salah satunya didasarkan pada melihat kondisi rakyat yang sebelumnya menghadapi kesulitan akibat kenaikan harga beras di beberapa daerah. Menurut Menteri BUMN, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dalam situasi ekonomi yang tidak pasti.
"Kami berusaha untuk memastikan bahwa masyarakat terbawah tidak merasakan dampaknya. Inilah yang kami upayakan untuk diimbangi, dan kami percaya bahwa kami dapat menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Erick menegaskan bahwa akan ada penyesuaian terkait anggaran yang akan dialokasikan untuk menahan kenaikan harga BBM agar tetap stabil hingga bulan Juni 2024.
Baca Juga:
Desa Sidorekso Kudus Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM
"Ya pasti ada adjustment, tapi selama kita bekerja sama seluruh kementerian untuk berpihak dengan policy yang tentu kepada rakyat, kita tidak boleh bilang untung dan tidak untung, kita harus jaga kestabilan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, pada Senin (26/2/2024), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tidak akan ada peningkatan tarif dasar listrik dan BBM hingga bulan Juni 2024.
Menurutnya, keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meluasnya target defisit fiskal APBN 2024 yang mencapai 2,29 persen terhadap PDB.
Hal ini disebabkan oleh subsidi yang diberikan untuk mencegah kenaikan harga listrik dan BBM, yang membutuhkan alokasi anggaran yang lebih besar untuk PT Pertamina dan PT PLN.
"Itu akan membutuhkan additional anggaran untuk Pertamina maupun PLN, dan itu nanti akan diambil baik dari sisa saldo anggaran lebih (SAL), maupun pelebaran defisit anggaran di 2024. Jadi itu 2,3-2,8 (persen). Tahun depan pun dalam kerangka yang sama 2,4-2,8 jadi realistis," ujarnya.
Harga BBM Pertamina per 1 Maret 2024 untuk wilayah Jawa, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite Rp14.550 per liter, Pertamina Dex Rp15.100 per liter, dan Pertamax Green Rp13.900 per liter.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]