"Ini akan jadi benteng pertahanan ekonomi nasional saat terjadi gangguan pasokan energi dunia,” tuturnya.
Menurutnya, ketika Indonesia memiliki cadangan energi yang kuat, pemerintah akan memiliki ruang gerak lebih besar untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan tetap aman, dan melindungi masyarakat dari dampak gejolak global.
Baca Juga:
Berpotensi Sejahterakan Masyarakat Dairi, MARTABAT Prabowo-Gibran: Pemerintah Perlu Dukung Percepatan Operasi PT DPM
Ia juga mendukung langkah Indonesia yang menawarkan diri sebagai lokasi storage hub minyak ASEAN.
“Kalau ASEAN mempercayakan Indonesia sebagai pusat cadangan minyak regional, maka posisi bangsa ini akan semakin strategis dan berpengaruh dalam arsitektur energi kawasan,” tutur Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran menilai kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan energi sebagai salah satu pilar utama menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
Baca Juga:
Manajer Kopdes Berstatus Pegawai BUMN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Transformasi Ekonomi Rakyat
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pembangunan storage minyak di Sumatera saat ini sedang memasuki tahap studi kelayakan.
Menurut Bahlil, fasilitas tersebut akan menjadi bagian penting dalam menambah Cadangan Penyangga Energi nasional.
Ia juga menawarkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan storage hub minyak ASEAN yang akan mendukung ketahanan energi negara-negara Asia Tenggara.