Selain pameran produk ekspor, kegiatan ini juga akan diisi dengan business matching, business counseling, forum bisnis, hingga penandatanganan kesepakatan dagang yang diharapkan dapat mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli dari berbagai negara.
Kemendag menargetkan TEI 2026 diikuti lebih dari 1.500 peserta pameran, dikunjungi sekitar 8.000 buyer internasional dan 30.000 pengunjung. Nilai transaksi yang ditargetkan mencapai 17,5 miliar dollar AS atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 16,5 miliar dollar AS.
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
Miftah optimistis penyelenggaraan TEI dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kinerja ekspor nasional di tengah tantangan perdagangan global.
"Indonesia masih memiliki peluang besar di tengah dinamika perdagangan dunia. TEI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempertahankan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor," ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, sejumlah pelaku usaha membagikan pengalaman positif setelah mengikuti TEI pada tahun-tahun sebelumnya.
Pemilik PT Sari Bhuwana, Sri Astutik, mengaku telah mengikuti TEI sejak 2021 dan berhasil memperoleh buyer dari Malaysia, Hong Kong, Turki, Arab Saudi, hingga Mesir.
Baca Juga:
Kemendag Terima 1.911 Layanan Konsumen, Aduan Elektronik dan Kendaraan Paling Dominan
"TEI bukan hanya memberikan kesempatan mendapatkan buyer, tetapi juga membuka akses informasi mengenai pasar potensial dan memperluas relasi dengan pelaku UMKM lainnya. Kami ingin kembali berpartisipasi pada TEI 2026," kata Sri.
Hal senada disampaikan Marketing Manager CV Rumah Jeddiah, John Ricky Marsoedhi. Menurutnya, keikutsertaan dalam TEI membantu perusahaan memperluas jaringan pembeli, khususnya dari Arab Saudi dan Somalia.
"Saya berharap para pelaku usaha tidak ragu mengikuti TEI karena manfaatnya sangat besar bagi pengembangan pasar ekspor perusahaan Indonesia," ujarnya.