“Kinerja ekspor industri alas kaki Indonesia juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan sebesar 11,89 persen pada periode Januari hingga Agustus 2025. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai negara eksportir alas kaki,” ujar Reni.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sentra-sentra IKM alas kaki yang menaungi jumlah pelaku usaha cukup besar. Meski demikian, diperlukan berbagai upaya penguatan agar sentra IKM dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Penguatan Manajemen IKM Fesyen dan Kriya Lewat Program MANTRA Bali
Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA melalui kolaborasi Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, melaksanakan serangkaian program peningkatan daya saing bagi perajin sentra IKM alas kaki Ciomas.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyampaikan, hingga akhir tahun 2025 telah dilaksanakan tiga kegiatan pembinaan utama, yakni peningkatan literasi digital, bimbingan teknis, serta pendampingan oleh mentor dari perguruan tinggi. Program ini diikuti oleh 14 perajin perwakilan sentra IKM alas kaki Ciomas.
“Pembinaan ini bertujuan agar perajin semakin familiar dengan pemasaran digital, memiliki pemahaman mengenai desain dan pola alas kaki terkini untuk mendorong inovasi produk, serta mampu mengelola usaha secara lebih efisien melalui pendampingan mentor,” kata Budi.
Baca Juga:
Potensi Bambu RI Menggiurkan, Kemenperin Siapkan SDM Bersertifikat
Rangkaian pembinaan diawali dengan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan di Jawa Barat yang digelar pada 12 Desember 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 perajin sentra IKM alas kaki Ciomas serta 56 pelaku IKM kimia, sandang, dan kerajinan lainnya dari Kota dan Kabupaten Bogor.
Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, strategi berjualan di lokapasar, serta praktik fotografi produk. Para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber Universitas Prasetiya Mulya, Shopee Indonesia, dan Universitas Ciputra Jakarta.
Selanjutnya, para perajin mengikuti bimbingan teknis desain dan pola alas kaki yang diselenggarakan pada 15–17 Desember 2025 dengan narasumber dari BPIPI. Program pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh mentor dari Universitas Prasetiya Mulya hingga tahun 2026 bagi peserta terpilih.