WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia merombak susunan pengurus perusahaan di tengah lonjakan kinerja yang mencuri perhatian.
Perubahan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Dirgantara Indonesia atau PTDI yang digelar Selasa (26/5/2026).
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
RUPS menetapkan perubahan susunan direksi, termasuk penyesuaian nomenklatur sejumlah jabatan strategis di tubuh perusahaan.
Salah satu perubahan yang disetujui adalah jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan yang kini berubah menjadi Direktur Niaga & Pengembangan.
Posisi Direktur Niaga & Pengembangan tersebut tetap dijabat oleh Moh Arif Faisal.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Khatulistiwa Tetap Andal, PLN Siapkan Berbagai Skema Pasokan
RUPS juga menyetujui perubahan jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM menjadi Direktur Keuangan & SDM.
Jabatan Direktur Keuangan & SDM tersebut tetap dipercayakan kepada Dhias Widhiyati.
Selain perubahan nomenklatur, RUPS turut mengangkat Ony Arifianto sebagai pejabat baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko.
Perubahan ini membuat fungsi teknologi dan manajemen risiko memiliki posisi tersendiri dalam struktur direksi PTDI.
RUPS juga menetapkan perubahan pada susunan Dewan Komisaris PTDI.
Posisi Wakil Komisaris Utama kini dijabat oleh Bagus Puruhito.
Bagus Puruhito menggantikan Bonar H Hutagaol yang sebelumnya menempati jabatan tersebut.
Selain itu, RUPS menetapkan pengangkatan Erwin Dimas sebagai Komisaris PTDI.
Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, mengatakan capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi perusahaan.
Menurut dia, capaian tersebut memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi.
Laba bersih PTDI disebut meningkat 345,97 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2024.
“Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID,” ujar Moh Arif Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).
Moh Arif menyebut PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional setelah mencatat pertumbuhan kinerja tersebut.
“Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global,” katanya.
Dengan keputusan RUPS tersebut, susunan direksi PTDI kini dipimpin oleh Gita Amperiawan sebagai Direktur Utama.
Moh Arif Faisal menjabat sebagai Direktur Niaga & Pengembangan.
Dena Hendriana menjabat sebagai Direktur Produksi.
Dhias Widhiyati menjabat sebagai Direktur Keuangan & SDM.
Ony Arifianto menjabat sebagai Direktur Teknologi & Manajemen Risiko.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris PTDI dipimpin oleh M Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama.
Bagus Puruhito menempati posisi Wakil Komisaris Utama.
Yusron Ihza menjabat sebagai Komisaris Independen.
Erwin Dimas menjabat sebagai Komisaris.
[Redaktur: Sandy]