Mereka belajar secara mandiri melalui majalah sains dan buku-buku pelajaran, hingga kemampuan teknisnya terus berkembang.
"Dia merasakan kebahagiaan membuat sesuatu berfungsi dengan tangannya sendiri. Melihat sebuah alat buatan sendiri mulai berfungsi adalah perasaan yang tetap melekat dalam dirinya seumur hidup," ungkap situs Backscoop.
Baca Juga:
PLN Watch: Kritik Boleh, tapi Direksi Baru PLN Harus Diberi Kesempatan Membenahi Sistem
Kecintaannya terhadap dunia elektronika membuahkan hasil sejak usia yang masih sangat muda. Saat berumur 13 tahun, Sehat telah memperoleh sertifikat teknisi perbaikan radio.
Berbekal sertifikat tersebut, ia mulai menerima pekerjaan memperbaiki radio pada waktu luang, sekaligus mengasah kemampuan praktis yang kelak menjadi bekal penting dalam kariernya.
Ketertarikan mendalam terhadap teknologi akhirnya membawanya melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.
Baca Juga:
Direksi dan Komisaris Baru PLN Disorot, PLN Watch: Beri Kesempatan Bekerja Dulu
Mengutip laman Universitas Berkeley, Sehat menempuh studi Teknik Elektro di Iowa State University pada dekade 1980-an.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi magister hingga doktor di University of California, Berkeley.
Selama menetap di Amerika Serikat, Sehat kemudian menjadi warga negara AS dan membangun karier profesional di industri semikonduktor.