Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peran Srikandi PLN kini semakin luas, tidak hanya berfokus pada operasional kelistrikan, tetapi juga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.
Soegiharti, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang (ketiga dari kiri) mendampingi salah satu pasien disabilitas dalam pemeriksaan kesehatan gratis Program Posyandu Disabilitas yang dilaksanakan di Kantor Yayasan Bersama Anak Bangsa, Malang, Jawa Timur.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
“Melalui Srikandi Movement, PLN ingin memastikan bahwa kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian,” ujar Darmawan.
Ketua Harian Srikandi PLN, Kamia Handayani, mengungkapkan bahwa program ini telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat dari berbagai sektor.
Keberhasilan tersebut tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 89,5 serta nilai Social Return on Investment (SROI) yang positif, sebagai indikator kuat bahwa program ini memberikan dampak nyata.
Baca Juga:
Gandeng Produsen Batu Bara, PLN Akselerasi Transformasi Tambang Berbasis Energi Bersih
Lebih lanjut, Kamia menyebutkan bahwa Women Support Women menjadi salah satu program unggulan dengan capaian yang menonjol.
Program ini telah menjangkau 1.296 penerima manfaat dan melibatkan 36 kelompok usaha, dengan nilai SROI mencapai 5,79 yang menunjukkan dampak berlipat pada tahun 2025.
Any Setyaningsih, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Tangguh Jaya (KTJ), bersama Srikandi PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) memanen sayuran hasil kebun hidroponik di Kampung Tangguh RW 09, Cakung, Jakarta Timur.