Kesepakatan tersebut mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pasokan minyak mentah serta confirmation letter kontrak LPG untuk periode 2026 guna menjamin keberlanjutan suplai energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan langkah ini menjadi strategi perusahaan dalam mengamankan kebutuhan energi di tengah dinamika pasar global.
Baca Juga:
Kejagung Tetapkan Riza Chalid Tersangka Korupsi Minyak, Kini Jadi Buron
"Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, kami memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kerja sama dengan Hartree Partners LP, disepakati kerangka komersial penyediaan light crude untuk kebutuhan kilang, termasuk potensi pasokan dari Amerika Serikat maupun portofolio global perusahaan tersebut.
Pasokan ini akan mendukung kebutuhan feedstock kilang seperti Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan seiring peningkatan kapasitas melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP) Balikpapan.
Baca Juga:
Sinyal Kenaikan BBM Non-Subsidi, Bahlil: Tunggu Perhitungan Rampung
Sementara itu, penandatanganan confirmation letter dengan Phillips 66 menegaskan kontrak pasokan LPG sepanjang 2026 dengan total volume sekitar 2,2 juta metrik ton untuk memperkuat distribusi energi nasional.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.