Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan bahwa modus penipuan kerap memanfaatkan cara yang paling dipercaya oleh masyarakat.
"Kalau rekayasa sosial memang penipu menggunakan tema yang paling umum dan bisa dipercaya oleh banyak orang seperti menjadi kurir, petugas bank, kepolisian atau layanan pemerintah lainnya," terang Alfons, saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Senin (12/11/2022) malam.
Baca Juga:
FBI Keluarkan Peringatan Keras, Pengguna Gmail Diminta Ganti Alamat Email Mulai 2025
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada hal bombastis yang kerap ditawarkan oleh penipu.
Selain itu, Alfons juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh pada hal apapun yang diminta oleh para penipu.
"Jangan pernah menjalankan lampiran apapun yang dikirimkan melalui WhatsApp, e-mail atau sarana komunikasi lainnya," kata dia.
Baca Juga:
Lindungi Wajib Pajak, DJP Umumkan Nomor dan Website Penipu yang Sering Beraksi
Untuk mengatasi modus penipuan tersebut, Alfons membagikan beberapa tip.
Pertama, Anda bisa segera memblokir nomor penipu tersebut. Atau, Anda juga bisa menggunakan bantuan teknologi untuk mengidentifikasi nomor penipu agar tidak kembali menghubungi Anda.
"Gunakan aplikasi True Caller yang akan otomatis mengidentifikasi dan memblok spammer dan penipu meskipun nomor tersebut belum ada di kontak kita," tandas dia. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.