Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa persoalan keselamatan transportasi tidak bisa dilepaskan dari penataan kawasan perkotaan dan konektivitas antarwilayah.
“Integrasi tata ruang dengan sistem transportasi menjadi kunci agar konflik antara jalur kereta dan jalan raya bisa diminimalkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Tragedi Bekasi Timur, BPKN Minta KAI Benahi Sistem dan Penuhi Hak Korban
Ia juga mendorong proses investigasi dilakukan secara transparan agar publik memahami penyebab utama kecelakaan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Sebelumnya, pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kereta api, termasuk aspek keselamatan, setelah kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.