Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan proses restrukturisasi BUMN perlu dijadikan momentum untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan mampu mendukung agenda pembangunan kawasan-kawasan ekonomi strategis di Indonesia.
"Ketika perusahaan-perusahaan negara menjadi lebih efisien dan sehat, maka kapasitas mereka untuk mendukung pembangunan infrastruktur, kawasan industri, konektivitas logistik, serta pengembangan wilayah aglomerasi juga akan semakin kuat," ujarnya.
Baca Juga:
Ruang Bersama Lansia Jakarta, MARTABAT Prabowo-Gibran: Perlu Dikembangkan dalam Skala Aglomerasi
Ia menilai arah kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Danantara saat ini menunjukkan komitmen untuk membangun BUMN yang tidak hanya besar dari sisi aset, tetapi juga unggul dari sisi produktivitas, inovasi, dan kemampuan menciptakan keuntungan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Tohom berpandangan bahwa transformasi BUMN harus menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kualitas tata kelola perusahaan negara Indonesia.
"Jika proses ini dijalankan secara konsisten, transparan, dan profesional, maka Indonesia akan memiliki BUMN-BUMN yang semakin kompetitif di tingkat regional maupun global. Pada akhirnya manfaatnya akan kembali kepada rakyat melalui pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutup Tohom.
Baca Juga:
TKDN IKN Dinilai Perkuat Ekonomi Nasional, MARTABAT Prabowo-Gibran: Jaga Identitas dan Kemandirian Nasional
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.