“Kami mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang telah dilaksanakan PLN selama tiga tahun berturut-turut. Program ini memberikan keterampilan baru, membuka peluang kerja, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Batui,” ungkap Ambodalle.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa pendampingan selama tiga tahun dirancang agar kelompok tani mampu mengelola usaha kopi secara mandiri, mulai dari proses produksi hingga hilirisasi.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Bangun Greenhouse dan Rumah Kompos untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Wanita Tani di Luwu Timur
“Pada tahap akhir program ini, kami ingin memastikan Kelompok Tani Kopi Batui Oishii memiliki sarana dan keterampilan yang cukup untuk melanjutkan serta mengembangkan usahanya secara mandiri. Keberhasilan program TJSL tidak hanya dilihat dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk berdikari, memperluas pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Aditya.
Aditya menambahkan, semangat kemandirian yang dibangun melalui program tersebut sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
PLN UIP Sulawesi berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Baca Juga:
Meningkatkan Budaya Produktif dan Efisiensi Energi, PLN UIP Sulawesi Terapkan PowerWISE
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.