Misi Dagang Indonesia ke Shanghai berlangsung pada 18–20 Mei 2026 dengan sejumlah agenda utama, mulai dari forum bisnis, penandatanganan MoU, penjajakan bisnis, hingga kunjungan ke importir.
Forum bisnis bertajuk “Advancing Trade, Enhancing Partnership” digelar pada Selasa (19/5) di Intercontinental Hotel Shanghai dan dihadiri sekitar 70 peserta dari Indonesia dan Tiongkok. Sebanyak 22 perusahaan Indonesia turut ambil bagian dengan membawa berbagai produk unggulan di sektor pertanian, buah, kopi, gula kelapa, hasil perikanan, makanan olahan, teripang, hingga produk turunan kelapa.
Baca Juga:
Kemendag Pertemukan Pelaku Usaha Ekonomi Hijau Tanah Air dengan Buyer Jepang
Salah satu peserta misi dagang, PT Aditama Tunggal Perkasa, berhasil menandatangani kontrak kerja sama dengan buyer asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk produk cocopeat, cocofiber, dan cocobristle.
Perwakilan PT Aditama Tunggal Perkasa, Rizky Adiliah, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui fasilitasi misi dagang tersebut.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk turunan kelapa Indonesia memiliki kualitas, daya saing, dan peluang pasar yang sangat besar di tingkat global. Terima kasih kepada Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pertanian atas dukungan dan fasilitasi yang telah membuka jalan bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional,” kata Rizky.
SIAL Shanghai 2026 sendiri digelar pada 18–20 Mei 2026 di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Shanghai, Tiongkok. Pameran industri makanan dan minuman terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 75 negara dan menarik sekitar 183.000 pengunjung dari 132 negara.
Baca Juga:
Perkuat Posisi Produk Furnitur di Pasar Eropa, ITPC Milan Gelar Post-Event Salone del Mobile 2026
Dalam ajang tersebut, Paviliun Indonesia mengusung tema “Indonesian Coffee and Food: Rich in Flavor, Exceptional in Quality”. Tema itu menegaskan komitmen Indonesia dalam menghadirkan produk kopi dan makanan olahan berkualitas global.
Paviliun Indonesia yang berada di Hall E3 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan KAPPI. Sebanyak 17 perusahaan Indonesia menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kopi, rempah-rempah, gula aren, kakao olahan, kacang-kacangan, produk turunan kelapa, hingga berbagai makanan kemasan.
Salah satu peserta, PT Ramantha Kawanua Indonesia dengan produk Abon Tuna Crispy, bahkan berhasil meraih Silver Award pada ajang SIAL Innovation. Produk tersebut juga akan dipamerkan dalam rangkaian pameran SIAL di sejumlah negara lainnya.