"Kami tidak melihat ini sebagai bantuan yang cukup," tulis Goldman Sachs dalam sebuah catatan kepada klien setelah pengumuman tersebut.
Baik WTI dan Brent telah naik lebih dari 40% tahun ini karena permintaan rebound, sementara pasokan tetap terbatas.
Baca Juga:
Kabar Baik, Pertamina Temukan Sumber Minyak Baru di Tambun Bekasi
OPEC dan sekutu penghasil minyaknya perlahan-lahan mengembalikan minyak ke pasar setelah pengurangan pasokan hampir 10 juta barel per hari pada April 2020.
Rusia adalah produsen dan pengekspor minyak dan gas utama, terutama ke Eropa. Sejauh ini kompleks energi negara itu belum menjadi sasaran sanksi secara langsung.
Namun, ada efek dari sanksi keuangan yang membuat beberapa pembeli asing enggan membeli produk energi Rusia. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.