Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus seperti diskon transportasi selama Lebaran 2026 dan kebijakan Work From Anywhere untuk mendorong mobilitas wisatawan domestik.
Langkah lain mencakup pembukaan rute internasional baru, penguatan branding Indonesia sebagai destinasi aman, serta promosi bagi segmen digital nomad.
Baca Juga:
DPRD Toba Dalam Rangka Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses Soroti Peningkatan Infrastruktur Pariwisata Kabupaten Toba
Wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, dan KEK Kura-Kura Bali dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekosistem kerja berbasis teknologi bagi talenta global.
“Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan, untuk itu pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi high-end dengan harga terjangkau perlu diperkuat,” kata Airlangga.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan sektor pariwisata di tengah dinamika global.
Baca Juga:
DPR Minta Bali Jadi Prioritas Anggaran, Kontribusi Devisa Capai 44 Persen
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai momentum Lebaran menjadi penggerak utama ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat.
"Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah, perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat," kata Lamhot dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, tradisi mudik mendorong konsumsi di berbagai sektor mulai dari transportasi hingga UMKM.