Dalam beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.
Ia menyebut kondisi ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah melalui sektor riil.
Baca Juga:
Promosi dan Atraksi Strategi Genjot Pariwisata Toba
"UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan, pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal," ujarnya.
Selain itu, sektor pariwisata domestik diproyeksikan mengalami lonjakan signifikan selama libur Lebaran.
"Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam, ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal," katanya.
Baca Juga:
Enam Maskapai Ajukan Rute Baru, Bandara Husein Siap Layani Penerbangan Domestik dan Internasional
Lamhot menilai daerah dengan destinasi unggulan berpotensi mengalami lonjakan kunjungan signifikan.
Ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur, aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan di destinasi wisata.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai krusial dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran.