Selain memperluas jaringan listrik, pemerintah dan PLN juga memperkuat pemerataan akses energi melalui Program BPBL yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM.
Program ini menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum memiliki kemampuan ekonomi untuk melakukan pemasangan sambungan listrik baru, meskipun jaringan listrik telah tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca Juga:
Keandalan Listrik Jawa Meningkat, PLN Pastikan Pasokan Energi Primer Tetap Aman
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah Markamah (58), seorang penganyam bambu yang menjadi penerima manfaat Program Lisdes dan BPBL.
Kehadiran listrik di rumahnya memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan produktivitas kerja hingga malam hari.
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Perkuat Pasokan Batu Bara Demi Jaga Keandalan Listrik Jawa
”Alhamdulilah sudah punya (listrik) sendiri. Makasih sama bapak Menteri, yang telah membantu saya. Jadi saya sangat senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau malem-malem saya bisa jadi lembur bikin besek ini," pungkas Markamah.
Melalui Program Lisdes dan BPBL, pemerintah berharap pemerataan akses listrik dapat terus meningkat sehingga seluruh masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kesejahteraan, serta menikmati manfaat pembangunan nasional tanpa terkecuali (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.