WahanaNews.co, Jakarta - Kontribusi dan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks tersebut, perempuan dinilai memiliki peran strategis karena jumlahnya yang hampir mencapai separuh dari total penduduk Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Kartini Leadership Dialogue 2026 yang digelar di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok di Pasar Mayestik Jelang Lebaran
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.
Roro mengungkapkan, masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi. Saat ini, tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja masih berada di kisaran 56 persen.
“Untuk itu, kami mengajak perempuan Indonesia untuk terus belajar dan percaya dengan kemampuan diri sehingga dapat berkontribusi bagi negara,” ujar Roro.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Respons Kolektif ASEAN Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Ia menegaskan, upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga membutuhkan peran laki-laki sebagai bagian dari sistem dukungan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Di sisi lain, perempuan telah menunjukkan kontribusi signifikan, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, terutama di sektor kuliner, fesyen, kecantikan, dan kerajinan.Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Perdagangan menggulirkan program Campuspreneur dalam inisiatif “Dari Lokal untuk Global”.
Program ini bertujuan mempercepat lahirnya eksportir baru, termasuk dari kalangan perempuan, melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kampus menjadi titik strategis untuk meregenerasi eksportir secara masif dan terstruktur,” kata Roro.
Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan membutuhkan proses panjang melalui pendidikan dan penguatan kewirausahaan.
“Tidak ada yang instan. Mungkin ada kesulitan, tetapi kita perlu menikmati setiap prosesnya. Perempuan juga harus saling menyemangati satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi mendorong perempuan untuk terus menimba ilmu tanpa batas.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Perempuan harus maju dan turut memajukan perempuan lainnya,” kata Nita.
Kartini Leadership Dialogue 2026 diselenggarakan oleh Kadin Indonesia Institute (KII) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran perempuan dalam perekonomian sekaligus membuka akses pengembangan usaha melalui program Beasiswa LPDP Entrepreneurship.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber turut berbagi pengalaman. CEO Socially Significant Company Hanifa Ambadar menceritakan awal mula terbentuknya platform Female Daily Network yang berangkat dari komunikasi sederhana antarperempuan melalui surat elektronik hingga berkembang menjadi pusat informasi kecantikan interaktif.
Direktur Eksekutif Pijar Foundation Cazadira Fadiva Tamzil menjelaskan upaya pendampingan perempuan di 30 kabupaten/kota melalui pendekatan yang memberikan akses dan ruang dalam sistem, termasuk menjembatani hubungan dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Senior Lead Angin Advisory Anisa Azizah menyoroti pentingnya pendampingan bagi perempuan dalam memulai dan mengembangkan usaha, termasuk akses terhadap rantai pasok dan pembiayaan perbankan.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menambahkan, penguatan kewirausahaan menjadi salah satu strategi dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam sektor tersebut. Ia juga memaparkan perkembangan dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP untuk menjamin keberlanjutan program pendidikan di masa depan.
[Redaktur: Jupriadi]