Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan nasional.
PLN memberikan bantuan unit PLTS sebagai sarana pembelajaran siswa.
Baca Juga:
Antusiasme Tinggi, Kuota Special Ticket PLN Electric Run 2026 Habis dalam Waktu Singkat
"Akselerasi transisi energi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita," ujar Nurlely.
Menurutnya, peningkatan literasi energi sejak bangku sekolah menjadi investasi penting dalam membangun generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama, Ahsin Sidqi, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang agar peserta memahami berbagai potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan di Indonesia.
Baca Juga:
PLN Buka Pendaftaran Electric Run 2026, Ajak Masyarakat Berlari Demi Masa Depan Energi Bersih
Selain energi surya, peserta juga dikenalkan pada teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu mengurangi persoalan lingkungan.
"Kami berharap transisi energi didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Hari pertama, kita ajarkan tentang bagaimana energi surya yang melimpah dan bisa dibuat menggantikan energi fosil yang sudah sangat terbatas. Hari kedua adalah WTE, bagaimana sampah-sampah menjadi masalah di berbagai kota akan menjadi solusi ketika dijadikan energi. Kita ajak semua lapisan masyarakat. Kuncinya adalah kemandirian energi dan kedaulatan energi," jelas Ahsin.
Apresiasi terhadap program tersebut juga datang dari Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor.