Ia menilai pelatihan yang diinisiasi PLN dan IT PLN mampu memberikan bekal pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dari para pelajar dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan di masa depan.
Para siswi SMA Taruna Nusantara Magelang melakukan praktikum pengoperasian PLTS sebagai bagian dari program edukasi energi baru terbarukan dari PLN dan IT PLN.
Baca Juga:
Antusiasme Tinggi, Kuota Special Ticket PLN Electric Run 2026 Habis dalam Waktu Singkat
“Kami berterima kasih atas program yang telah diinisiasi oleh PLN dan IT PLN dalam rangka pelatihan untuk para siswa dan para pamong untuk pembangkit listrik tenaga surya dan WTE. Kami berharap program ini betul-betul memberikan dampak yang positif bagi para pamong, dan khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga nanti mereka bisa berinovasi menjadi pemimpin yang mengetahui kebutuhan masyarakat. Khususnya, bagaimana memanfaatkan sampah untuk bisa menjadi energi terbarukan,” ujar Imam.
Program pelatihan disusun dalam empat tahapan utama, yaitu dua hari pelatihan teori di kelas (In Class Training), dua hari praktikum berbasis proyek (Project Practicum), sesi evaluasi melalui Check Point, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban hasil kegiatan.
Seluruh peserta mendapatkan pendampingan dari tenaga pengajar, materi pembelajaran, hingga sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh.
Baca Juga:
PLN Buka Pendaftaran Electric Run 2026, Ajak Masyarakat Berlari Demi Masa Depan Energi Bersih
Sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar yang berkelanjutan, PLN turut menyerahkan bantuan berupa perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Selain itu, disalurkan pula peralatan budidaya Black Soldier Fly (BSF) untuk pengolahan sampah organik, lengkap dengan alat press pembuatan lilin aromaterapi berbahan maggot sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular.
Agar manfaat program tidak berhenti setelah pelatihan selesai, sekolah-sekolah peserta akan mengintegrasikan materi mengenai PLTS dan Waste to Energy ke dalam kegiatan pembelajaran di luar kurikulum reguler.